My son gets too attached to his parents, and some people think it’s a bad thing.

Siapa sih yang lebih demanding.. orang tua atau anak? Saat anak kita masih bayi, pengennya si makhluk lucu bisa segera merespon, segera mengenali, segera bisa interaksi. Saat si bayi semakin pintar, bingung lagi karena dia tidak hanya tertarik pada kita -tapi juga gadget, tv, dan segala perabotan
😄😄😄

image

Saya misalnya, i put myself second and learnt to be my family’s everything. did i succeed? Belum tentu, belum tau juga ya.. saya cuma mengikuti kata hati & idealisme saya, yang mana kalau mau sesuai ya harus saya yang turun tangan sendiri; berapa banyak porsi makannya, apa kesukaannya, bagaimana ia saat mengantuk, kapan pupnya, dst.. segala hal remeh yang siapapun bisa melakukannya.

Tapi lalu saya bertanya pada diri saya, kenapa harus orang lain yang melakukan?

saya ingat segala kelelahan saat hamil, dan segala kepayahan post-partum. Lalu rugi rasanya kalau setelah semua perjuangan, bukan saya yang mendampingi segala kebahagiaan di masa awal kehidupannya 😍😘

image

Sekarang sepertinya banyu sudah mengenal orang tuanya, kalau dipegang orang lain atau kami tidak dalam jarak pandangnya kadang dia merajuk. Tapi jika bersama orang tuanya, keadaan apapun dia hampir selalu kooperatif. Meski panas2an bolak balik nemenin saya urus birokrasi, atau harus tidur dalam gendongan nemenin orang tuanya belanja.

Jadi saat suatu kali ada yang nyeletuk: “yah, ga bisa ditinggal ibunya nih” hellow (1), siapa juga yang mau ninggalin. Atau “payah deh gimana ibunya bisa kerja” hellow (2) apaan sih. Dan celetukan-celetukan lain yang bikin kami, orangtuanya, pandang2an dan ‘hellow’ dalam hati satu-sama lain.

Kami susah payah bonding dengan anak kami. Ketika sekarang dia mulai mengerti betapa besar cinta orang tuanya, dan merasa tempat paling aman adalah bersama kami..  we think that’s a great thing. We had every second of quality time.

Mungkin kami akan lebih sedih jika anak kami terbiasa ditinggal orang tua dan malah rewel jika kakek/nenek/ART yang ga ada..

Anak kami adalah tanggung jawab kami dunia – akhirat.

wassalamu ‘alaykum warrahmatullahi wabarakatuh

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s